Rabu, 07 Maret 2012

I'm not a good mom, but I will...

Sungguh menyenangkan mendapat amanah baru. Aku selalu berusaha memberikan yang terbaik untuknya. Kasih sayang, treatment, asi eksklusif, dan semuanya, aku usahakan seseksama mungkin. Selagi masih masa cuti ini, segalanya aku persiapkan sesempurna mungkin.Tapii...ga semuanya berjalan lancar. Bahagia, bingung, capek, takut, sakit, panas, lapar melanda sepanjang waktu membuat aku super sensitif.

Menurut teori yang aku baca penyakit sensitif, tidak hanya menimpa wanita saat pe-em-es, haid atau hamil, juga pasca melahirkan. Inilah yang terjadi, ditambah (ternyata) aku menemukan sindrom yang aku baru tau, baby blues. Mungkinkah? mungkinkah kita kan slalu bersama... :p
Mungkinkah, syndrom ini yang terjadi padaku.. ini dia curhat eiikkee..

***

Di awal ini, ternyata tidak hanya ujian fisik yang harus aku lewati, namun juga ujian psikis. Aku merasakan begitu beratnya karena seakan-akan menanggung beban sendirian. Anakku bebanku? ya saat itu, pada titik terberat aku sempat berpikir ingin kembali ke masa lalu sebelum punya anak. Astaghfirullah...
Karena kami tetap tinggal dirumah, akhirnya suami meminta Ibu tinggal bersama kami untuk membantuku, namun yang terjadi adalah muncul perasaan-perasaan aku tidak boleh merepotkan Ibu yang sudah tua (tapi kuat luar biasa), aku berusaha mengurus anak, mengurus diriku, suami dan membereskan pekerjaan rumah semaksimal mungkin agar tidak dikerjakan Ibu. Memang sih, kenyataannya tetap saja Ibu yang mengerjakan, namun perasaan "ga enak " inilah akhirnya membebani aku dan akhirnya berkembang menjadi perasaan bahwa aku tidak berguna dan ga bisa diandalkan. Lebay ya? tapi beneran ini bisa bikin mewek peres kain pel.

Hal berat selanjutnya adalah terlalu banyak celetukan, kutipan, komentar, saran atau apalah namanya .. seakan-akan semua orang ingin mengatur caraku mengurus anak sampai menyalahkan apa yang aku lakukan. Mulai dari bayiku bangun tidur sampe tidur lagi hampir semua dikritik. Aku capek.Sedangkan para kritikus tidak membantu aku. Hmm... bila tidak bisa memberi solusi dan bantuan, paling tidak jangan menyakiti aku ya... :(

Cara menyusui, mengelap mulut bayi, memandikan, memakaikan baju, cara menggendong, meluruskan kepalanya saat tidur, gumoh, bayi kedinginan, hal kecil ==> mengambil peralatan bayi yang susahnya ampun, karena masih sakit sisa jahitan melahirkan, mencuci baju, menyetrika, memakai kemben, dan lainnya. Sepertinya semua salah.

Aku menangis, yang aku lakukan adalah kuangkat anakku, kupeluk dan kuciumnya sambil berkata,
"Nak, ibumu ini memang belum jadi ibu yang terbaik, tapi ibu akan berusaha jadi yang baik untukmu. Ibu tidak akan mencelakaimu seperti yang orang lain bilang, maafkan ibu ya.. sayangi ibu Nak... Ibu yakin engkau tau, ibu menyayangimu tulus..."

Akhirnya ada satu malam kuminta suami memeluk aku dan meminta pengertiannya untuk lebih sayang padaku. Sedikit lebih baik.

Selasa, 10 Januari 2012

Sholat Tepat Waktu

Abdullah Ibnu Mas’ud RA berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, amal perbuatan apa yang paling afdhal?” Beliau menjawab, “Shalat tepat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Lalu apa lagi?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa lagi, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari)

Mendirikan shalat sudah menjadi rutinitas muslim, karena memang itu salah satu hal yang wajib dari perintah wajib lainnya yang harus ditunaikan. Begitu pentingnya shalat ini sehingga tidak ada ruang untuk kita melalaikannya(terutama bagi laki-laki yang sudah baligh); tidak mampu berdiri, kita bisa dengan duduk, tidak bisa duduk dengan berbaring, dan sebagainya sampai kita bisa melakukannya. Atau ketika tidak ada air kita bisa bertayamum, ketika dalam perjalanan kita bisa mengatur waktu shalat kita dengan menjamak atau mengqashar shalat kita. Inilah yang membedakan shalat dengan ibadah lain. Oleh karena itu, hendaklah kita sebagai seorang muslim terus meningkatkan kualitas ibadah shalat yang kita lakukan setiap harinya dengan baik dan benar. Benar dalam arti sesuai dengan Sunnah, Baik dalam arti mengerjakannya Semata-mata hanya karena Allah dan melaksanakan shalat dengan tidak menunda2 waktunya.

Ketika Adzan berkumandang, sudahkah kita menyegerakan shalat? Sudahkah kita memenuhi langsung seruan Allah itu? Saat waktu shalat tiba, tidak ada yang lebih penting untuk dilakukan selain mendirikan shalat dan bergegaslah mencari air untuk berwudhu lalu segera shalat.

Senang rasanya bila senantiasa bisa shalat tepat pada waktunya, apalagi shalatnya berjamaah di Masjid. Selain akan mendapatkan nilai pahala dua puluh tujuh kali lebih utama dibanding shalat sendirian di rumah, seiring dengan itu ingin membangun prestasi dalam shalat. Setiap mukmin seharusnya ada keinginan untuk menjadi yang terbaik di hadapan Allah.

“Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”.(QS 67:1-2)

Bukankah amal shalat yang pertama akan dihisab nanti di akhirat, seperti yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya, “Yang pertama dihisab dari amalan hamba pada hari Kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, ia beruntung dan selamat. Akan tetapi jika shalatnya kurang, ia merugi.” Ini kutipan ayat, kita dianjurkan untuk memakmurkan masjid “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman pada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat” Surah At-Taubah ayat 18.

Utsman bin ‘Affan RA berkata; “Barang siapa selalu mengerjakan shalat lima waktu tepat pada waktu utamanya, maka Allah akan memuliakannya dengan sembilan macam kemuliaan, yaitu :
  1. Dicintai Allah
  2. Badannya selalu sehat;
  3. Keberadaannya selalu dijaga malaikat;
  4. Rumahnya diberkahi;
  5. Wajahnya menampakkan jati diri orang shalih;
  6. Hatinya dilunakkan oleh Allah;
  7. Dia akan menyeberang Shirath (jembatan di atas neraka) seperti kilat;
  8. dia akan diselamatkan Allah dari api neraka; dan Allah Akan menempatkannya di surga kelak bertetangga dengan orang-orang yang tidak ada rasa takut bagi mereka dan tidak pula bersedih hati”
Abul Aliyah mengatakan, “Aku akan bepergian beberapa hari untuk menemui seseorang, dan yang pertama kali akan kulihat darinya yaitu shalatnya. Jika ia mendirikan shalat dengan sempurna dan tepat waktu, maka aku akan bersamanya, dan mengambil ilmu darinya. Jika kutemukan ia tidak mempedulikan shalat, maka aku akan meninggalkannya dan mengatakan kepada diriku bahwa selain daripada itu (shalat), pastilah dia lebih tidak peduli lagi”

Allahu Akbar.. Ya Allah aku hadapkan wajahku di hadapan-MU ya Allah semata-mata untuk mengharapkan RidhaMU Segala Puji Hanya bagiMU Ya Rabb… Yang lain kecil Ya Allah Engkaulah Yang Maha Besar

Sudah shalat 5 waktukah anda hari ini? Sudah baik dan benar kah shalat anda? Berjama’ah kah? Dan sudah tepat waktu kah?

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/09/12869/mari-biasakan-stw-shalat-tepat-waktu/#ixzz1jBGI9INw


*ngingetin diri sendiri

curhatan

Sejak dulu aku anti banget sama laki-laki yang suka menebar pesona, gombal sana sini. Padahal kebanyakan bukan aku yang digombalin.. hahahaha biarin...

Aku bisa berubah jadi jutek banget (tapi kok sering banget berubahnya daripada enggaknya). Tu cowok (kalo temenan) bisa ku perlakukan dengan tidak baik. percayalah...

Alasannya, cowok type ini biasanya pingin "menjaring" banyak cewek, ga tau ya, mau dijadiin istrinya (padahal ada yang udah punya istri loo) atauuu.. pingin dibilang ramah dan lembut oleh kaum perempuan ini.. uhhh so sweeet.. 

Ya terserah sih, emang selera - seleraan ya.. yang jelas aku antipati banget,...

Aku ga suka cowok menebar pesona, berkata lembut dan perhatian ke banyak perempuan, tapi kalo ke istrinya sendiri gapapa kali ya.... 

Imam Muslim meriwayatkan dari Hadits Aisyah tentang puasa , Aisyah berkata: Rasulullah saw. Mencium salah satu isterinya ketika beliau sedang berpuasa , kemudian dia (isterinya) tertawa". (HR. Muslim, shahih, sumber: Musnad shahih hal: 1106).

Dalam hadits yang lain yang di riwayatkan oleh Aisyah, beliau berkata: Rasulullah saw. Bersabda: " Sesungguhnya diantara kesempurnaan iman orang-orang Mukmin ialah mereka yang paling bagus akhlaknya dan bersikap lemah lembut terhadap keluarganya". (HR. Tirmidzi, shahih namun tidak diketahui  apakah Abi kilabah mendengarnya dari Aisyah, sumber: Sunan Tirmidzi hal: 2612).

 Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda: “Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara kalian ialah yang paling baik terhadap istrinya.” (HR.Tirmidzi, Ibnu Hibban, hadits hasan shahih).*
 

ngawur

Cewek pasti kagum sama cowok yang suka membantu a.k.a ringan tangan a.k.a helpful. Apalagi yg mbantuin dia dan tanpa diminta...
uuhh... bisa luluh terkagum kagum sampe pingin dapet suami yang kayak gitu..., dan selanjutnya kenyataan yang terjadi :

Cewek : (kok gue ga dibantu-bantuin ya?) *manyun
Cowok : "Kenapa sih manyun aja? Kalo mau dibantuin bilang dong... aku kan ga ngerti kalo ga diomongin,
emang bisa ngerti bahasa isyarat?"
Cewek "Ohh... ok ok"
Cowok : " Nah, jangan ragu-ragu minta tolong, bilang aja ya... yang jelas..."
Cewek : *tersenyum lebar
***
Cowok : "Kamu kok minta tolong terus, manja banget!! mandiri dikit dong..kerjain sendiri"
Cewek :  *diem, manyun lama, lamaaaaa banget
Cowok : (bingung)
Cowok : (masih bingung, karena lamaaaa banget)
Cowok : *daftar les bahasa isyarat

Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling bermanfaat bagi manusia. (HR Bukhari)

Seorang sahabat Nabi saw. yang bernama Abu Hurairah, pernah suatu ketika hendak melakukan I'tikaf di masjid Nabawi di Madinah Al Munawwarah. Namun di dalam masjid itu beliau melihat seseorang yang sedang duduk bersedih di pojok masjid. Sahabat Nabi itu segera mendatanginya dan menanyakan perihal kesedihannya. Setelah mengetahui masalahnya, Abu Hurairah r.a. berkata: "Ayo berdirilah bersamaku, aku akan memenuhi kebutuhanmu".  Orang itu berkata: "Apakah engkau akan meninggalkan I'tikafmu di masjid Rasul ini hanya demi aku?". Sahabat Nabi saw. itu menangis dan berkata: "Aku mendengar penghuni kubur ini (Rasulullah saw.) bersabda: 'Sungguh berjalannya seseorang di antara kamu sekalian untuk memenuhi kebutuhan saudaranya hingga terpenuhi, lebih baik baginya daripada ber'tikaf di masjidku ini selama sepuluh tahun". (HR. Muslim).

Kamis, 22 Desember 2011

dan amanah itu pun dimulai...

Bayi kami sudah lahir, aku terus memandanginya. Makhluk kecil ini yang ada dalam rahimku dulu, makhluk kecil ini yang harus kami jaga dan kami didik, makhluk kecil ini yang akan menjadi tanggungjawab kami…

Mengenai nama, sesungguhnya kami belum terlalu sepakat dengan pilihan yang ada, namun ketika lahir, spontan pilihan kami mantap pada : Sachiatifa Kelana Adigie
Sachi = diambil dari bahasa Jepang, artinya anak  yang bahagia & ceria (akuuh banget)
Athifa = diambil dari bahasa Arab artinya lemah lembut, harapan si Ayah biar ga kayak emaknya nie ^^
Kelana = diambil dari bahasa Indonesia,
Adi = dari nama si Ayah
Gie = diambil dari nama tokoh idola si Ayah yang suka naik gunung, sekaligus suka demo, siapa hayooo heheheee

Di rumah sakit pula Ayah menemukan nama Key, karena mau buat video dan launching nama, ya jadilah diambil dari -K- pada Kelana.
*sebenernya sih sejak awal aku tidak setuju pada nama yg universal, aku ingin ada unsur feminin bila bayi perempuan, sebaliknya, maskulin pada bayi laki-laki, itulah kenapa aku setuju pada Sachiatifa.. tapi kok akhirnya lebih terfokus pada Kelana-nya  ya…

Hari Selasa aku melahirkan, Kamis sore sudah diperbolehkan pulang.  Perjalanan menjadi ibu dimulai…

Sesuai perjanjian saat hamil, aku diminta tinggal dirumah keluarga di Tambun, tapi kok aku rasa sangat berat ya… wajah si Ayah ga rela kalo dipisahkan dengan bayinya. Aku sendiri bingung, antara menuruti keluarga (sesuai janji) atau menuruti rasa ketidakrelaan si ayah.

Akhirnya aku minta ditangguhkan supaya hari Minggu Key baru dibawa ke Tambun, dengan alasan hari Sabtu masih ada teman2 yang mau datang. Dan memang betul sabtu itu banyak tamu, tapi aku lebih memilih didalam kamar, menangis.. huhuhuuu.. ga sanggup pergi besok harinya…

Kakak2ku jemput hari Minggu, ga sanggup juga ngliat wajah suamiku. Sampe disana aku banyak bengong, sms-an sama si Ayah. Dan nangis..

Malam Senin-nya Key nangis terus, kemungkinan karena nippleku tiba2 jd ga muncul, hiks.. ditambah bermacam-macam perasaan aneh muncul, ngeliat pakaian kotor, ndenger tangisan Key, bangun jam 2 – jam 5 begadang sendirian, sebenernya ditemenin kakakku nomor 3, tapi dia ga sanggup melek, emang sih udah capek seharian… so, aku makin parah lah rintihan hati ini…

Besoknya, Senin, aku minta pulang, alasannya : hari Selasa  mau control ke RS, tepat seminggu setelah Key lahir, tadinya aku nekat minta sore itu juga pulang dijemput sodara, tapi batal, mo naik taxy ga boleh trus nangis2 sesenggukan, tapi akhirnya diizininnya Selasa pagi, bareng kakak berangkat kerja. Sempat ada konflik juga disini, kakak-kakakku pingin Key aqiqah disini, tapi ternyata aku & suami sudah aqiqah di rumah kami. Ya sudahlah…

Alhamdulillah Selasa pagi aku sudah dirumah, berkumpul layaknya sebuah keluarga, keluarga kecil baru, dan kami pun akhirnya berpelukaaaaannn…(lebay tapi bermakna, beneran)

Kamis, 13 Oktober 2011

brownies kukus air mata

Kayaknya ini kejadian bikin kue yang paling ga enak. Kalo sekedar bantet, gagal atau ga enak sih biasa, (lhoo!??), maksudnya masih bisa di evaluasi dan diulangi dengan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Tapi brokus buatanku kali ini bener-bener bikin kapok. Rasanya semua keadaan dan kondisi membuat brokusku gagal total. Berlebihan ya? Tp ni beneran lo :(
Awalnya nyontek dari resepnya Ena yang asal muasalnya dari sajian sedap katanya. Brownies kukus coklat keju, kupilih karena pembuatannya yang ga di oven seperti kue kebanyakan, tapi dikukus, jadi kucoba deh…
Tanya2 Ena, udahhh. dilanjut, ok…
Lanjut beli semua bahan-bahan yg ga punya, coklat blok, coklat pasta mentega, tepung, lengkap, sip. ok
Beli peralatan yang belum punya, mm.. belum sip, ga OK. Loyang yang ku beli cuma ngira2 ukurannya (inilah awal petaka terjadi). Perkiraan kan mau ngukus di ricecooker, jadi pilih loyang yang kecil.
Kekecewaan pertamaku, sampe dirumah ternyata loyangnya penyok, kedesak-desak bawaan yang lain dan kedorong2 di busway, bentuknya udah ga kotak lagi, jadi belah ketupat kayaknya. Bagian dasarnya jadi cembung pula, yah dibayangkan begitulah, ya Alloh, mana belinya pake uang makan lagi.. *ga nyambung*

Udah gitu dirumah dicoba di panci kukusannya ternyata masih kegedean… hiks…

Aku kurang bisa menerima kenyataan, tetep pingin terus nyoba, yang penting nanti rasanya enak, pikirku. Hari yang dinanti tiba, aku ambil pulang kantor lebih awal, salah satu alasannya ya pingin buat brokus ini. Karena kalo pulang kerja normal biasanya udah ga bisa diganggu gugat, ada klien penting, sedangkan sabtu-ahad mau ada rencana pergi.

Sejak sore, aku blum mulai ngebaking juga, masih blum konsen. Akhirnya jam 21 baru mulai (tetep aja malem2). Nah, karena ada klien penting yang lain lagi, aku mendelegasikan tugas ini pada art-ku yang emang doyan eksplor ngebaking. Ku kasih instruksi dari jarak 2meter sejelas-jelasnya. Ukuran bahan pun sangat diperhatikan, jangan sampe nanti hasilnya ga pas karena kita terlalu kreatif. Seperti pesan si Ayah, jangan nambahin atau ngurangin takaran bahan, ikutin aja yang di resep. Siaappp!!!

Metode mengukus pun disesuaikan kondisi. Kami (aku & art) berdiskusi , gimana caranya ngukus dengan peralatan seadanya. Setelah berdialog cukup panjang, didapatlah metode mengukus, jangan ditanya ide siapa yang jelas aneh banget. Susunannya dari bawah keatas : kompor – penggorengan diisi air-panci kukus yang bolong2-loyang diatasnya (nangkring doang karena ga muat masuk panci kukusan). ide yang ANEH. Ga lupa art-ku nyelipin sumpit-sumpit ajaib punya Ayah untuk menyangga loyang yang ga rata tadi biar ga jatuh. Keren kan bentuknya…

Senyum kami optimis, adonan yang oke, baunya harum, bentuknya memikat, teksturnya juga meyakinkan. Ternyata itu semua ga menjamin keberhasilan brokus kami. Kalo ngikutin resep Ena yang dipanasin dulu 10 menit, trus dikukus 15 menit-15 menit, ternyata panci ajaib kami ga bisa ikutin pakem. Panci-nya ga panas-panas sodara sodara. 

Panci kukus yang bolong-bolong pun dieliminasi dari susunan panci ajaib supaya lebih cepet panas dan mateng.  Kira2 setengah jam dimasukkan adonan kedua, yang berakibat semua kecampur, ya iyalah adonannya masih cair semua. Ya Alloh. Sedihnya…

Jam 23.00. belum ada perubahan.. kusambi ngelonin Key kalo bangun
Jam 23.30.. ART ku suruh tidur, kasian kalo besok jaga Key ngantuk, nanti ga konsen.
Aku masih tetap nunggu, sesekali nambahin air. Tapi kok ga ada tanda2 mateng ya
Jam 24.00.. kusambi nyuci pakaian
Jam 01.00… bentuk masih sama
Jam 02.00 atas saran si Ayah proses dihentikan.. kami menyerah

Jam 5.00 pagi, kue kucoba, mmm… enak juga, tapi lebih mirip makan adonan, hehehe…  ga tega menampakkan fotonya.

*yang ini bagian air matanya*

Suara hatiku berkata Aku Terlalu Memaksakan Membuat Kue, 
ga punya kukusan mau ngukus, ya beginilah jadinya, apa yang dibanggakan… hiks.
Aku ga pernah berhasil membuat kue.

Walaupun kubeli peralatan dan bahan di pasar naik bajay dan gotong2 barang dengan cinta
Walau berdesak-desakan dibusway dan berat bawanya di tangga, kulalui dengan cinta
Walau kuambil pulang cepat dari kantor dengan cinta
Walau kubuat dan kukus dengan cinta
Walau kutunggui begadang dengan penuh cinta
Dengan harapan akan menumbuhkan cinta, cinta dan cinta lagi, tapi ternyata gagal…

Ga ada esensinya aku ngebaking lagi.. ga ngaruh juga.males.
Ya sudah ya… babay bakiiing.. sampai ketemu lagi (semoga)
sekarang beberes peralatan dulu, masukkan loyang, cetakan, adukan telur, mixer ke dalam kotak penyimpanan

Aku emang ga bisa njait rapi, ngerawat tanaman, ngerawat binatang, menyulam, mbungkus kado, tadinya masih ngarep setidaknya masih berharap bisa masak, ternyata juga engga.. *nangis*

Kamis, 06 Oktober 2011

catatan kelahiran Key kami

Rabu, 13 April 2011
hari ini adalah hari lahirku yang bertepatan dengan jadwal kontrol dengan dr Yenny, sehingga sepulang dari kantor, aku tidak pulang ke kost, melainkan lanjut ke rumah sakit di Cengkareng. Alhamdulillah begitu datang bisa langsung periksa, jadi tidak menunggu sampai malam. Keluar dari rumah sakit, ternyata sudah ada kejutan dari Mas, aku dibawanya ke tempat makan favoritnya dan disuguh menu-menu Kepiting, yihaa...nyam nyam nyam...

Kamis, 14 April 2011
Malam ini Mas ada urusan kantor yang kemungkinan jadi harus pulang malem, kasian kalo Mas harus ke kost dalam kondisi capek & malem banget ( padahal lagi manja aja, ga mau menunggu di kost sendirian sampe malem ). Setelah membujuk rayu, akhirnya Mas ngebolehin aku pulang ke Cengkareng lagi.

Jumat, 15 April 2011
Pagi ini terasa berat, aku hampir ngga sanggup naik tangga busway, pelan-pelan akhirnya terlambat sampe kantor :(..
Pulang jumat ini memang jadwal pulang Cengkareng, besok kan Sabtu.. Sebelum pulang, aku sempatkan dulu ketemu temen2 di TA. Menuju jalan pulang, sekitar jam 9 malam, perutku terasa sakit, sepertinya efek belum makan kenyang, tadi di TA aku makan sedikit batagor. Duuh.. padahal udah janji akan bawakan mas makan malem. Kalo lagi sakit perut gini aku ngga sanggup cari makanan, apalagi si adek sudah terasa beraatt..
Sampe di rumah, Mas belum pulang, masih ada yang dikerjakan, padahal besok pagi juga mau ke anyer. Pasti capek.
Perutku masih sakit, aku rebahan dan ketiduran, bangun jam 12 Malam, Mas belum juga pulang dan aku pun belum membeli makanan, ku ambil menu delivery 24jam dan coba memesan, tapi gagal.. uuhh janji palsu katanya bisa pesen kapan aja.
Sekitar jam 2 Mas pulang. Hingga subuh, sakit perutku belum sembuh juga.

Sabtu, 16 April 2011
Setelah sholat subuh, sakitku makin menjadi, aku muntah. uffhh.. maagku kambuh. Mas memutuskan untuk ke RS, awalnya aku menolak karena ini hanya maag, tapi akhirnya aku iyakan. Setelah pamit dengan teman kantornya karena tidak jadi ikut ke Anyer, barulah kami ke RS.
Sekitar jam 8 aku ditangani medis dan masuk ruang observasi melahirkan. Diagnosa nya ternyata aku sudah mengalami bukaan 2 di kehamilan 35 minggu ini, tapi berat bayi masih kurleb 2,4kg. Belum dianggap cukup untuk lahir. Dr Yenny memutuskan aku untuk opname, bedrest, agar bukaan lahir tidak bertambah dan disuntikkan penguat paru-paru, yang kalaupun harus lahir, bayi memiliki paru-paru yang lebih kuat.
Setelah opname 4 hari di rumah sakit, aku dibolehkan pulang dan kembali cek seminggu lagi.

Selasa, 26 April 2011
Kontrol kehamilan minggu ke 37 ini, Dokter menyatakan aku sudah mengalami bukaan 3 dan sudah boleh melahirkan. Padahal aku tidak mengalami sakit (kontraksi) sama sekali. Setelah di-CTG untuk mengecek detak jantung bayi, yang Alhamdulillah normal, aku diperbolehkan pulang dan kembali bila tanda-tanda melahirkan semakin terasa.

Deg2an nunggu dirumah.. nunggu waktunya tiba, aku banyak melakukan hal-hal yang disarankan orang-orang, ngepel-ngepel, jalan-jalan, bersih-bersih dan hal-hal dengan pengulangan kata yang lain...

Setiap waktu kami memantau ada tanda-tanda kelahiran ngga ya, ketuban pecah, flek, kontraksi, tapi kok belum ada... padahal katanya udah bukaan tiga. Dengan informasi nomor hape dr.Yenny dari Enno, ku konsultasikan ke beliau, aku diminta tetap dirumah sampai tanda-tanda melahirkan muncul dan kontrol lagi Selasa nanti.


Selasa, 3 Mei 2011
Kontrol lagi. jam 12.30 WIB. dokter Yenny cek, ternyata aku sudah di bukaan 4 (ga terasa juga, hee) tapi ketika di usg, air ketuban sudah berkurang, kemungkinan rembes dan bisa berpengaruh ke bayi . Akhirnya dokter menyegerakan aku untuk melahirkan hari ini dengan proses induksi. Aku dibawa ke ruang observasi, mas urus2 administrasi. Bener-bener deg-degan...

Jam 14.00
Suster mulai pasang infus induksi, Mas udah balik ke kantor, nyelesaiin kerjaan dulu, karena kemungkinan proses kerja induksi masih 12 jam-an kata dokter.

Jam 14.30
Perutku mulai mulas, aku sempatkan makan nasi goreng yang disediakan rumah sakit pas lagi jeda ga mulas. Mas kembali ke kantor dan berencana balik setelah jam pulang, jam 5. aku titip pesen untuk bawa kelengkapan di rumah, perlengkapan bayi, perlengkapan aku, kamera, handycam, quran, madu, sarkum, coklat, loh kok jadi banyak makanan ?!!!?...

Jam 15.00
Mulas terus berlanjut, tapi aku masih sempat sms temen kantorku Mba Dian, nanya soal cuti, sms temenku yang jualan T*pperware, dan beberapa temen, hiyaaa.... mulasku makin hebat, kubilang mas untuk datang sekarang aja..
Di sebelah ada ibu juga yang akan melahirkan juga, untuk anak ketiganya. Ku dengar ia sering berteriak bila mulas melanda, kupikir mungkin lebih baik juga buatku, akupun ikut berteriak, hwaaa... dan jadilah ruangan itu lebih rame, hehehe...
saat terasa ingin pip, aku diizinkan suster ke toilet dengan membawa infus, tapi tiba2 kakiku basah terkena tumpahan air, aku kaget.. ketuban pecah ternyata, suster tetap mengizinkan aku ke toilet. sekembalinya ke tempat tidur, air ketuban tidak berhenti mengalir, aku diminta untuk tidur miring dan tidak banyak bergerak.

Jam 15.30
mas gagah ku datang.. Alhamdulillah, ada yang bisa dijadikan sandaran... (baca: objek gigitan)

Jam 16.00
mulasku semakin tak berhenti, sepertinya sudah waktunya, tapi suster masih melarang aku mengejan.

Jam 16.20
dokter datang, prosesi melahirkan dimulai.. Alhamdulillah dimudahkan Alloh, Jam 16.35, bidadari kecil kami lahir, lega, terharu, bahagia, Mas tersenyum bangga padaku... Kami menjadi orangtua.

Subhanalloh Walhamdulillah... terimakasih Alloh..